Rabu, 08 Oktober 2014

Perintah Dasar Linux


       Pada pembahasan kali ini, penulis akan memberikan pengetahuan mengenai sintaks - sintaks dasar yang ada pada Linux.
  1. ls = yang ada di direktori yang aktif
  2. Menampilkan isi file dengan : cat namafile = untuk membaca saja, more namafile = bisa menscroll dengan enter, less namafile = bisa menscroll dan mencari kata.
  3. bin = penyimpanan execute table
  4. boot = boot
  5. dev = device
  6. etc = program seluruh konfigurasi
  7. lib = library
  8. home = direktori seperti my documents di windows
  9. -su = super user
  10. -sudo = menjalankan program sebagai super user 
  11. -sudo su = menjalankan program sebagai super user 
  12. cp = copy
  13. mv = rename atau move
  14. cp -r = copy direktori
  15. chown_user = mengganti kepemilikan
  16. locate (namafile) = mencari file

Senin, 06 Oktober 2014

Instalasi Debian dengan Netinstall
 
  
Instalasi debian
Kebutuhan:
  1. Iso Debian versi net-Install
  2. Koneksi internet
  3. Unetbootin
  4. Flashdisk
Sebelum memulai instalasi ada baiknya anda menyiapkan Iso debian terlebih dahulu. Karena debian memiliki file Iso yang besar maka kita akan melakukan instalasi dari ISO net-instal.Iso net-install adalah iso Debian yang bisa diinstall pada media USB, Hardisk dan CD karena ukurannya yang kecil karena hanya sebesar kurang dari 200 MB. Dengan ukuran sekecil ini maka Debian versi Iso Net-install ini tidak memiliki desktop environtment semacam GNOME, KDE, XFCE dsb. Tetapi, meski tidak ada desktop environtment kita dapat menginstallnya jika kita mau dengan catatan kita memiliki koneksi internet. Dengan memiliki koneksi internet maka Debian akan otomatis terhubung dengan Repository untuk menginstall paket aplikasi desktop environtmen yang kita inginkan.

Langkah - langkah: 
  1.  Colok flashdisk anda terlebih dahulu kemudian Jalankan Unetbootin pada Windows anda . Dan Pilih option disk image, dan Klik pada [...] dan sorot ke file debian-6.0.0-i386-netinst.iso yang telah anda siapkan. Kemudian langsung klik OK saja. Biarkan proses selesai. Dan reboot komputer anda jika sudah selesai.
  2. Setting BIOS agar booting dari flashdisk (Removable devices). Save BIOS dan restart PC. 
  3. Setelah PC restart maka akan otomatis booting ke flashdisk. Pilihlah Install atau Graphical Install . Tekan Enter. 
  4. Jika proses berhasil maka anda akan berhadapan pada menu memilih bahasa/language. 
  5. Proses berikutnya adalah menu memilih negara/country. 
  6. Saat anda sudah memilih negara anda sebagai negara maka anda juga akan ditanya Locales/Lokalisasi  
  7. Menu berikutnya adalah Konfigurasi keyboard. Pilihlah American english karena umumnya keyboard yang ada dipasaran indonesia adalah American English keyboard model
  8. Klik Continue pada tahap 7. Dan ikuti proses yang berjalan.
  9. Menu yang berikutnya adalah menu konfigurasi network ( Configure the network ). Pada menu ini kita akan dihadapi pada menu hostname. Isilah hostname anda. Lalu pilih continue.
  10. Pada menu berikutnya anda akan dihadapi nama domain (domain name). Jika anda tidak memiliki nama domain semisal .com/org/gov/ac/id dsj maka kosongkan saja dan pilih continue.
  11. Menu berikutnya adalah menu Root ( Administrator kalau di windows. Di Linux, administrator dikenal dengan nama Root. Pada menu ini kita diperintahkan memasukan Pasword admin/root. Masukan pasword anda. Dan jangan lupa akan password ini karena password root lah yang nanti anda butuhkan jika anda akan mensetting/merubah sistem Linux.
  12. Menu berikutnya adalah menu User. Pada menu ini kita diperintahkan untuk menambah user baru. User disini lah yang nanti menjadi user pertama pengguna Linux di Debian. Pilih Continue.Maka akan keluar menu untuk memasukan nama username (username).
  13. 13. Menu berikutnya adalah memasukan password bagi username anda. Masukan password anda. Untuk alasan keamanan, ada baiknya password ini anda isi berbeda dengan password admin/root yang sebelumnya sudah anda isi pada tahap 11. 
  14. Berikutnya adalah menu memilih Zona waktu wilayah (Time Zone).
  15. Menu selanjutanya adalah menu Partisi (Partition Disk) atau menu memilih Hardisk yang anda pilih untuk instalasi.
  16. Jika berhasil maka proses instalasi base sistem akan jalan.
  17. Proses selanjutnya adalah proses memilih Aplikasi (Configure package manager). Pada menu ini kita dapat memilih mirror tempat kita mendownload.     
  18. Klik Continue.
  19. Klik Continue sekali lagi untuk melewatkan menu HTTP Proxy. Kosongkan saja dan jangan diisi jika anda tidak menggunakan Proxy untuk akses ke internet.
  20. Proses Scanning Mirror akan dilakukan.
  21. Menu berikutnya adalah menu Software Selection. Pada menu ini kita akan diperintahkan untuk memilih software tambahan apa saja yang ingin kita install. Sebagai contoh sebuah tampilan Graphis (GUI) dengan desktop environtment GNOME maka  memilih Graphical desktop environtment dan standar system utilities.  
  22. Biarkan proses selesai. Sampai keluar menu Terakhir yaitu menu Instalasi Grub Loader (man-db).  Pada menu instalasi Grub Loader ini anda wajib memilih Menu YES agar Linux dapat terbaca pada hardisk anda.
  23. Klik Continue. Proses Instalasi Selesai Klik Continue untuk reboot.
  24. Beberapa saat komputer akan reboot. Pastikan anda mencabut Flashdisk anda. Kemudian mensetting ulang BIOS agar booting dari hardisk kembali           

Rabu, 01 Oktober 2014




SISTEM OPERASI #2

      Minggu selanjutnya di kelas Sistem Operasi, penulis kembali mendapat banyak informasi tambahan. Dimulai dengan penjelasan mengenai proses. Proses adalah program yang berjalan. Proses terdiri dari :
  • Program ; atau execute table merupakan instruksi yang akan di jalankan oleh prosesor
  • Data
  • Status proses 
      Kemudian dilanjutkan dengan Memory Management. Hal - hal yang dibutuhkan dalam memory management adalah: 
  • Isolasi proses; agar proses tidak mengakses semua
  • Alokasi dan manajemen secara manual; ketika proses berjalan, memory harus mengalokasikan tempat
  • Mendukung modular programming; agar library pada fungsi umum tidak perlu dimasukkan lagi
  • Proteksi dan kontrol akses
  • Long - term storage (penyimpanan permanen)
     Dijelaskan pula mengenai virtual memory. Kendala yang sering terjadi adalah akses yang cepat tapi space yang terbatas. Oleh karena itu kita bisa menggunakan virtual memory yaitu menggabungkan main memory dengan disk. Sebagai contoh adalah Harddisk. Sebagian proses berada di main memory dan sebagian proses lagi berada di Harddisk.

     Multiprocessing OS. Terdapat perbedaan antara multi processing dengan multiprogramming. Multiprogramming adalah dalam 1 waktu hanya bisa melakukan satu intruksi, sedangkan multi processing dapat melakukan banyak instruksi dalam satu waktu. Kesamaan diantara keduanya adalah sama - sama dapat menjalankan banyak program. Selain itu terdapat pula multithreading, yaitu proses yang bisa menjalankan banyak hal sekaligus. Setiap proses memiliki minimal 1 thread yang dijalankan program. Proses dapat terdiri dari beberapa thread yang dapat berjalan bersamaan. Thread adalah sekumpulan intruksi.

     Symmetric Multiprocessing. Yaitu memiliki:
  • Multiple processor
  • Processor tersebut berbagi main memory dan I/O yang sama
  • Processor membagi proses dan thread ke semua
  • memiliki keuntungan yaitu performa parallel processing, ketersediaan terjamin, incremental growth.
     Mikrokernel vs Molithickernel

    Monolithickernel
  • kernel sebuah program utuh besar yang dijalankan pad amemory yang sama. Ex: Linux
      Mikrokernel
  • Kernel dibagi beberapa proses
  • Beberapa berjalan di kernel space dan user space
  • Ex: Mac OS X, Windows
     Beberapa OS seperti

     Windows
     Unix
  •  System call; yaitu fungsi yang menjembatani aplikasi dengan kernel
     LINUX
  • Modular Monolithic Kernel; terdiri dari beberapa modules. Modules yaitu object file yang kodenya dapat ditambahkan dan dihilangkan pada saat runtime.
  • Karakteristiknya adalah dynamic Modules, stack