Minggu, 08 Mei 2016

MANAJEMEN MUTU PERANGKAT LUNAK


Definisi perangkat lunak menurut IEEE dan ISO merupakan gabungan dari program komputer ( yang terdiri dari kode - kode tertentu), prosedur, dokumentasi, dan data yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah sistem perangkat lunak. Keempat komponen ini penting untuk memastikan kualitas dari proses pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaannya. Sehingga sebuah perangkat lunak yang berkualitas dapat dilihat dari :

  • Kualitas Kode ( penulisan kode, atribut, method yang dipakai)
  • Kulitas Prosedur ( pemilihan algoritma)
  • Kualitas Dokumentasi (kelengkapan dokumentasi)
  • Kualitas dari data perangkat lunak yang dibutuhkan (data pendukung)


ISO 9126

Setelah beberapa tahun, beberapa daftar karakteristik Kualitas perangkat lunak ditampilkan, seperti James McCall dan Barry Boehm. Mengetahui kesulitan pada definisi kualitas perangkat lunak yang baik dengan cara, misalnya menjadikan kesenangan kepada kesalahan perangkat lunak yang dapat ditolerir dan diperbaiki. Untuk beberapa ‘ketahanan’(robustness) yang berarti toleransi kesalahan input pada perangkat lunak, dengan kemampuan untuk merubah kode program tanpa menampilkan kesalahan. Standard ISO 9126 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1991 melalui pertanyaan tentang definisi Kualitas perangkat lunak. Dokumen halaman-13 yang asli didesain sebagai fondasi lebih jauh, lebih detail, dan memiliki standard yang dapat diolah. Dokumen standard ISO 9126 sangat 9 panjang. Hal ini dikarenakan orang memiliki motivasi berbeda yang memungkinkan untuk tertarik pada kualitas perangkat lunak :
  • Acquirer adalah orang yang memperoleh perangkat lunak dari supplier eksternal.
  • Developer adalah orang yang membangun produk perangkat lunak.
  • Evaluator independent adalah orang yang menetapkan kualitas produk perangkat lunak – tidak untuk dirinya sendiri tetapi untuk komunitas user – misalnya melalui jenis tool tertentu dari sebuah perangkat lunak sebagai bagian dari aktifitas profesional.
ISO 9126 telah membagi dokumen menjadi tiga bagian kebutuhan. Disamping ukuran bagian dokumentasi, ISO 9126 tidak hanya mendefinisikan atribut kualitas perangkat lunak. Standard ISO 14598 memisahkan prosedur yang seharusnya dibawa saat menaksir derajat produk perangkat lunak untuk menyesuaikan diri pada karakteristik kualitas ISO 9126 yang dipilih. Hal ini mungkin saja tidak diperlukan, tetapi disetujuinya ISO 14598 dapat digunakan untuk menyelesaikan penilaian dalam membedakan bagian karakteristik kualitas pada ISO 9126 yang dibutuhkan. Perbedaan antara atribut kualitas internal dan eksternal telah dicatat, ISO 9126 juga memperkenalkan tipe kualitas – quality in use – dimana mengikuti elemen yang telah diketahui :
  • Effectiveness merupakan kemampuan untuk mencapai tujuan user melalui akurasi dan kelengkapan.
  • Productivity merupakan upaya menghindari kelebihan penggunaan sumber daya, seperti biaya staff dalam mencapai tujuan user.
  • Safety merupakan upaya menghindari kejahatan level resiko untuk orang dan entitas lain seperti business, perangkat lunak, property dan lingkungan.
  • Satisfaction merupakan kepuasan user dalam menggunakan perangkat lunak.

User pada konteks ini adalah orang yang tidak hanya bekerja secara nyata pada sistem perangkat lunak yang akan dibuat, tetapi juga orang yang akan merawat dan meningkatkan perangkat lunak. Ide kualitas dalam penggunaan underlines adalah Bagaimana mempersiapkan kualitas perangkat lunak sebagai atribut yang 10 tidak hanya berlaku pada perangkat lunak tetapi juga pada konteks penggunaan. Mengambil skenario IOE sebagai contoh, misalnya variasi prosedur invoicing yang akan dipertimbangkan, tergantung pada tipe produk yang akan disajikan. Hal ini mungkin saja terdapat perbedaan input yang dibutuhkan pada situasi yang berbeda untuk perhitungan jumlah klien. Katakan invoices 95% yang digunakan dimiliki tipe produk A dan sisanya 5% ke produk B. Jika perangkat lunak ditulis secara khusus untuk aplikasi ini, maka di samping pengujian yang baik, beberapa kesalahan yang mungkin akan ditemukan, terdapat pada cara sistem operasional. Selagi dilaporkan dan diperbaiki, perangkat lunak mungkin saja dapat menjadi lebih ‘dewasa’ sehingga kesalahan perangkat lunak menjadi jarang. Hal ini terjadi jika ada kecepatan menukar antara produk B lebih mudah mengeluarkan faktur daripada peningkatan jumlah transaksi produk B. Oleh karena itu, perubahan penggunaan perangkat lunak harus melibatkan perubahan kebutuhan perangkat lunak, apa yang dapat diterima ke satu user mungkin tidak diterima oleh user lain. ISO 9126 mengidentifikasi enam karakteristik kualitas perangkat lunak utama yaitu:
  • Functionality: kemampuan menutupi fungsi produk perangkat lunak yang menyediakan kepuasan kebutuhan user.
  • Reliability: kemampuan perangkat lunak untuk perawatan dengan level performansi.
  • Usability: kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.
  • Efficiency: kemampuan yang berhubungan dengan sumber daya fisik yang digunakan ketika perangkat lunak dijalankan.
  • Maintainanility: kemampuan yang dibutuhkan untuk membuat perubahan perangkat lunak.
  • Portability: kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak yang dikirim ke lingkungan berbeda.

Minggu, 01 Mei 2016

Monitoring Progress Proyek Perangkat Lunak


I Nyoman Pande Wahyu D.           - 5113100002
Setiyo Adiwicaksono                     - 5113100020

Kurva S adalah  kurva yang  berbentuk huruf S, yaitu kurva yang munghubungkan antara porsentase yang pekerjaan yang dicapai dengan waktu pekerjaan.

Manfaat dan kegunaan kurva S

  1. Sebagai informasi untuk mengentrol pelaksaan suatu proyek dengan cara membandingkan deviasi antara kurva rencana dengan kurva realisai
  2. Sebagai infomasi untuk pengambilan keputusan berdasarkan perubahan kurva realisasi terhadap kurva rencana perubahan ini bisa  bisa dalam bentuk prosentase pekerjaan lebih cepat atau lebih lembat dari waktu yang sudah ditentukan untuk menyelesaikan proyek
  3. Sebagai informasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan owner ataupun melakukan pembayaran kepada supplier.

Berikut adalah Kurva S dan  berdasarkan bobot keuangan Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati Cimahi :




Minggu, 17 April 2016

MANAJEMEN WAKTU

Manajemen Waktu Proyek Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati Berbasis Web


I Nyoman Pande W.D.           - 5113100002
Setiyo Adiwicaksono              - 5113100020


Teknik Pengembangan yang dipilih : Teknik Prototyping

Cara Kerja : Pertama developer melakukan analisa terhadap kebutuhan kepada stakeholder lalu developer melakukan pembuatan desain secara global untuk contoh lalu dibuatkan prototype termasuk pengujian dan penyempurnaan setelah itu ditunjukan kepada stakeholder dan dilakukan evaluasi apabila stakeholder sudah setuju dengan prototype yang ditunjukan maka developer melakukan implementasi secara kodingan.

Catatan : penjadwalan pada tugas ini sangat dimungkinkan untuk tidak sesuai dengan tugas Project Charter yang sebelumnya dibuat, karena pada tugas sebelumnya hanya dilakukan perkiraan kasarnya saja (saat itu diperkirakan proyek ini akan selesai dalam kisaran 2 bulan, dan saat dihitung lebih lanjut dengan cara yang baru saja diajarkan, didapatkan waktu estimasi lebih dari 2 bulan).

=====================================================================

1. Definisi Aktifitas
Mindmap WBS :


=====================================================================

Maka dari mindmap tersebut dapat didaftar aktifitas yang harus dilakukan diantaranya:

Daftar Aktifitas yang Harus Dilakukan
Menghubungi Stakeholder dan Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
Melakukan wawancara kepada stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
Menggali informasi proses bisnis pada reservasi Hotel Melati
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
Mendifinisikan kebutuhan sistem
Memilih kebutuhan apa saja yang akan ada pada sistem informasi reservasi Hotel Melati
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan yang sudah kita analisis kepada stakeholder
Membuat dokumen kebutuhan yang berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
Membuat prototype sistem informasi reservasi
Menunjukan hasil prototype kepada stakeholder
Mencatat hasil evaluasi prototype dari stakeholder
Implementasi sistem dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
Implementasi interface dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
Penggabungan sistem dan interface
Uji Coba aplikasi oleh developer dan stakeholder
Evaluasi kepada stakeholder
Melakukan perubahan apabila ada kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
Mencari jasa hosting
Membeli jasa hosting
Mendeploy sistem informasi reservasi hotel melati
Uji coba server terlebih dahulu oleh developer
Pembuatan skenario pengujian
Melakukan testing oleh stakeholder sesuai dengan skenario pengujian
Melakukan perbaikan bila terjadi gangguan
Perencanaan pembuatan tim support
Perencanaan tugas tim support
Pemilihan anggota tim support
Menjalankan tim support                                                                                     

=====================================================================

2. Pengurutan aktivitas
Segala aktivitas yang telah didaftar pada poin 1, kemudian disusun secara sekuensial dari awal dan mengelompokkan tiap-tiap aktivitas menjadi Tahap dan Milestones. Keterangan : kalimat cetak tebal adalah nama proyek, tahap, dan sub tahap tergantung dengan indentasi. Sementara kalimat cetak normal adalah milestones dari setiap tahap.


Daftar Aktifitas yang Harus Dilakukan
Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati
Konsep
Mendifinisakan Kebutuhan
Menghubungi Stakeholder dan Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
Melakukan wawancara kepada stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
Menggali informasi proses bisnis pada reservasi hotel melati
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
Mendifinisikan kebutuhan sistem
Analisis Kebutuhan
Memilih kebutuhan apa saja yang akan ada pada sistem informasi hotel melati
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan yang sudah kita analisis kepada stakeholder
Membuat dokumen kebutuhan yang berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
Pembuatan Prototype
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
Membuat prototype sistem informasi reservasi
Evaluasi Prototype Kepada Stakeholder
Menunjukan hasil prototype kepada stakeholder
Mencatat hasil evaluasi prototype dari stakeholder
Implementasi Sistem
Implementasi sistem dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
Implementasi interface dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
Penggabungan sistem dan interface
Uji  Coba aplikasi oleh developer dan stakeholder
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
Evaluasi kepada stakeholder
Melakukan perubahan apabila ada kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
Roll Out
Mencari jasa hosting
Membeli jasa hosting
Mendeploy sistem informasi reservasi hotel melati
Uji coba server terlebih dahulu oleh developer
Testing
Pembuatan skenario pengujian
Melakukan testing oleh stakeholder sesuai dengan skenario pengujian
Melakukan perbaikan bila terjadi gangguan
Support
Perencanaan pembuatan tim support
Perencanaan tugas tim support
Pemilihan anggota tim support
Menjalankan tim support                                                                            

=====================================================================

3. Estimasi sumber daya aktivitas (sesuai dengan Project Charter)
a. Bahan 
             i. Dokumen SKPL
ii. Dokumen DPPL
b. Tenaga kerja
i. Project manager
ii. Web Developer
iii. Web designer
iv. Database developer
vi. Dokumentator
vii. Tester
viii. stakeholder
c. alat
i. hardware
1. PC/ Laptop
2. Server
ii. Software
1. Ms Visual Studio
2. Brackets
3. Proto.io
4. Ms Office
5. phpMyAdmin Database
6. Xampp

Detail tanggung jawab untuk setiap kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Kegiatan
Pemilik
Due Date/Sequence
Interview kebutuhan stakeholder
Project Manager, Stakeholder
Melakukakan wawancara untuk mendapatkan kebutuhan utama
Fitur-fitur mengenai website yang akan dibuat
Web Developer, Stakeholder
Tim web developer dan stakeholder mendiskusikan dan membuat requirement fitur-fitur apa yang diperlukan
Data-data yang akan digunakan pada website
Database Developer, Stakeholder
Tim database developer dan stakeholder mendiskusikan data apa saja yang akan dimasukan kedalam website
Melakukan desain interface sesuai dengan kebutuhan
Web Designer, Stakeholder
Web Designer dan Stakeholder bersama-sama mendisikusikan desain yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder namun tidak dapat keluar dari ruang lingkup yang terlah di sepakati.
Deskripsi hasil kerja (spesifikasi kebutuhan, source code, test plan)
Stakeholder, Tim proyek
Pada tim proyek harus dapat mendiskripsikan dan mendiskusikan kepada stakeholders mengenai asumsi projek yang dibuat
Testing aplikasi
Tester
Melakukan uji coba terhadap aplikasi yang terlah dibuat
Implementasi aplikasi web
Tim Proyek
Tim melakukan implementasi aplikasi web.

=====================================================================

4. Estimasi durasi aktivitas
Durasi setiap aktivitas diestimasi berdasar kesulitannya dan kerumitan antar yang bertanggung jawab. Aktivitas yang hanya dipegang oleh satu pihak tentu lebih cepat daripada aktivitas yang berhubungan dengan berbagai pihak.

Daftar Aktifitas yang Harus Dilakukan
Durasi (HARI)
Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati
90
Konsep
15
Mendifinisakan Kebutuhan
9
Menghubungi Stakeholder dan Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
1
Melakukan wawancara kepada stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
1
Menggali informasi proses bisnis pada Hotel Melati
1
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
3
Mendifinisikan kebutuhan sistem
3
Analisis Kebutuhan
6
Memilih kebutuhan apa saja yang akan ada pada sistem informasi reservasi hotel melati
1
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan yang sudah kita analisis kepada stakeholder
1
Membuat dokumen kebutuhan yang berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
4
Pembuatan Prototype
9
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
1
Membuat prototype sistem informasi kepegawaian
1
Evaluasi Prototype Kepada Stakeholder
2
Menunjukan hasil prototype kepada stakeholder
1
Mencatat hasil evaluasi prototype dari stakeholder
1
Implementasi Sistem
38
Implementasi sistem dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
15
Implementasi interface dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
14
Penggabungan sistem dan interface
7
Uji  Coba aplikasi oleh developer dan stakeholder
2
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
6
Evaluasi kepada stakeholder
3
Melakukan perubahan apabila ada kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
3
Roll Out
8
Mencari jasa hosting
1
Membeli jasa hosting
1
Mendeploy sistem informasi reservasi hotel melati
4
Uji coba server terlebih dahulu oleh developer
2
Testing
4
Pembuatan skenario pengujian
1
Melakukan testing oleh stakeholder sesuai dengan skenario pengujian
1
Melakukan perbaikan bila terjadi gangguan
2
Support
7
Perencanaan pembuatan tim support
2
Perencanaan tugas tim support
4
Pemilihan anggota tim support
1
Menjalankan tim support                                                 
0


=====================================================================

5. Pengembangan jadwal
NO
Daftar Aktifitas yang Harus Dilakukan
Durasi (HARI)
Mulai
Selesai
Predecessors
1
Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati
90
28 Maret 2016
28 Juni 2016
2
Konsep
15
28 Maret 2016
11 April 2016
3
Mendefinisakan Kebutuhan
9
28 Maret 2016
5 April 2016
4
Menghubungi Stakeholder dan Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
1
28 Maret 2016
28 Maret 2016
5
Melakukan wawancara kepada stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
1
29 Maret 2016
29 Maret 2016
6
Menggali informasi proses bisnis pada data kepegawaian disnakertrans jawa barat
1
30 Maret 2016
30 Maret 2016
7
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
3
31 Maret 2016
2 April 2016
4,5,6
8
Mendifinisikan kebutuhan sistem
3
3 April 2016
5 April 2016
4,5,6
9
Analisis Kebutuhan
6
6 April 2016
11 April 2016
3
10
Memilih kebutuhan apa saja yang akan ada pada sistem informasi kepegawaian disnakertrans jawa barat
1
6 April 2016
6 April 2016
3
11
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan yang sudah kita analisis kepada stakeholder
1
7 April 2016
7 April 2016
12
Membuat dokumen kebutuhan yang berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
4
8 April 2016
11 April 2016
3
13
Pembuatan Prototype
9
12 April 2016
20 April 2016
14
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
1
20 April 2016
20 April 2016
15
Membuat prototype sistem informasi kepegawaian
1
20 April 2016
20 April 2016
2
16
Evaluasi Prototype Kepada Stakeholder
2
21 April 2016
22 April 2016
17
Menunjukan hasil prototype kepada stakeholder
1
21 April 2016
21 April 2016
14
18
Mencatat hasil evaluasi prototype dari stakeholder
1
22 April 2016
22 April 2016
19
Implementasi Sistem
38
25 April 2016
1 Juni 2016
20
Implementasi sistem dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
15
25 April 2016
9 Mei 2016
13,16
21
Implementasi interface dari hasil prototype yang disetujui stakeholder
14
10 Mei 2016
23 Mei 2016
13,16
22
Penggabungan sistem dan interface
7
24 Mei 2016
30 Mei 2016
20,21
23
Uji  Coba aplikasi oleh developer dan stakeholder
2
31 Mei 2016
1 Juni 2016
19
24
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
6
2 Juni 2016
7 Juni 2016
19
25
Evaluasi kepada stakeholder
3
2 Juni 2016
4 Juni 2016
26
Melakukan perubahan apabila ada kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
3
 5 Juni 2016
7 Juni 2016
27
Roll Out
8
8 Juni 2016
15 Juni 2016
28
Mencari jasa hosting
1
8 Juni 2016
8 Juni 2016
29
Membeli jasa hosting
1
9 Juni 2016
9 Juni 2016
28
30
Mendeploy sistem informasi kepegawaian disnakertrans jawa barat
4
10 Juni 2016
13 Juni 2016
19
31
Uji coba server terlebih dahulu oleh developer
2
14 Juni 2016
15 Juni 2016
32
Testing
4
18 Juni 2016 21 Juni 2016
33
Pembuatan skenario pengujian
1
18 Juni 2016
18 Juni 2016
19
34
Melakukan testing oleh stakeholder sesuai dengan skenario pengujian
1
19 Juni 2016
19 Juni 2016
35
Melakukan perbaikan bila terjadi gangguan
2
20 Juni 2016
21 Juni 2016
36
Support
7
22 Juni 2016
28 Juni 2016
37
Perencanaan pembuatan tim support
2
22 Juni 2016
23 Juni 2016
38
Perencanaan tugas tim support
4
24 Juni 2016
27 Juni 2016
37
39
Pemilihan anggota tim support
1
28 Juni 2016
28 Juni 2016
38
40
Menjalankan tim support 
0
-
-
39