Minggu, 15 Mei 2016
Minggu, 08 Mei 2016
MANAJEMEN MUTU PERANGKAT LUNAK
Definisi perangkat lunak menurut IEEE dan ISO merupakan gabungan dari program komputer ( yang terdiri dari kode - kode tertentu), prosedur, dokumentasi, dan data yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah sistem perangkat lunak. Keempat komponen ini penting untuk memastikan kualitas dari proses pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaannya. Sehingga sebuah perangkat lunak yang berkualitas dapat dilihat dari :
- Kualitas Kode ( penulisan kode, atribut, method yang dipakai)
- Kulitas Prosedur ( pemilihan algoritma)
- Kualitas Dokumentasi (kelengkapan dokumentasi)
- Kualitas dari data perangkat lunak yang dibutuhkan (data pendukung)
ISO 9126
Setelah beberapa tahun, beberapa daftar karakteristik
Kualitas perangkat lunak ditampilkan, seperti James McCall dan Barry Boehm.
Mengetahui kesulitan pada definisi kualitas perangkat lunak yang baik dengan
cara, misalnya menjadikan kesenangan kepada kesalahan perangkat lunak yang
dapat ditolerir dan diperbaiki. Untuk beberapa ‘ketahanan’(robustness) yang
berarti toleransi kesalahan input pada perangkat lunak, dengan kemampuan untuk
merubah kode program tanpa menampilkan kesalahan. Standard ISO 9126 pertama
kali diperkenalkan pada tahun 1991 melalui pertanyaan tentang definisi Kualitas
perangkat lunak. Dokumen halaman-13 yang asli didesain sebagai fondasi lebih
jauh, lebih detail, dan memiliki standard yang dapat diolah. Dokumen standard
ISO 9126 sangat 9 panjang. Hal ini dikarenakan orang memiliki motivasi berbeda
yang memungkinkan untuk tertarik pada kualitas perangkat lunak :
- Acquirer adalah orang yang memperoleh perangkat lunak dari supplier eksternal.
- Developer adalah orang yang membangun produk perangkat lunak.
- Evaluator independent adalah orang yang menetapkan kualitas produk perangkat lunak – tidak untuk dirinya sendiri tetapi untuk komunitas user – misalnya melalui jenis tool tertentu dari sebuah perangkat lunak sebagai bagian dari aktifitas profesional.
ISO 9126 telah membagi dokumen menjadi tiga bagian
kebutuhan. Disamping ukuran bagian dokumentasi, ISO 9126 tidak hanya
mendefinisikan atribut kualitas perangkat lunak. Standard ISO 14598 memisahkan
prosedur yang seharusnya dibawa saat menaksir derajat produk perangkat lunak
untuk menyesuaikan diri pada karakteristik kualitas ISO 9126 yang dipilih. Hal
ini mungkin saja tidak diperlukan, tetapi disetujuinya ISO 14598 dapat
digunakan untuk menyelesaikan penilaian dalam membedakan bagian karakteristik
kualitas pada ISO 9126 yang dibutuhkan. Perbedaan antara atribut kualitas
internal dan eksternal telah dicatat, ISO 9126 juga memperkenalkan tipe
kualitas – quality in use – dimana mengikuti elemen yang telah diketahui :
- Effectiveness merupakan kemampuan untuk mencapai tujuan user melalui akurasi dan kelengkapan.
- Productivity merupakan upaya menghindari kelebihan penggunaan sumber daya, seperti biaya staff dalam mencapai tujuan user.
- Safety merupakan upaya menghindari kejahatan level resiko untuk orang dan entitas lain seperti business, perangkat lunak, property dan lingkungan.
- Satisfaction merupakan kepuasan user dalam menggunakan perangkat lunak.
User pada konteks ini adalah orang yang tidak hanya bekerja
secara nyata pada sistem perangkat lunak yang akan dibuat, tetapi juga orang
yang akan merawat dan meningkatkan perangkat lunak. Ide kualitas dalam
penggunaan underlines adalah Bagaimana mempersiapkan kualitas perangkat lunak
sebagai atribut yang 10 tidak hanya berlaku pada perangkat lunak tetapi juga
pada konteks penggunaan. Mengambil skenario IOE sebagai contoh, misalnya variasi
prosedur invoicing yang akan dipertimbangkan, tergantung pada tipe produk yang
akan disajikan. Hal ini mungkin saja terdapat perbedaan input yang dibutuhkan
pada situasi yang berbeda untuk perhitungan jumlah klien. Katakan invoices 95%
yang digunakan dimiliki tipe produk A dan sisanya 5% ke produk B. Jika
perangkat lunak ditulis secara khusus untuk aplikasi ini, maka di samping
pengujian yang baik, beberapa kesalahan yang mungkin akan ditemukan, terdapat
pada cara sistem operasional. Selagi dilaporkan dan diperbaiki, perangkat lunak
mungkin saja dapat menjadi lebih ‘dewasa’ sehingga kesalahan perangkat lunak
menjadi jarang. Hal ini terjadi jika ada kecepatan menukar antara produk B
lebih mudah mengeluarkan faktur daripada peningkatan jumlah transaksi produk B.
Oleh karena itu, perubahan penggunaan perangkat lunak harus melibatkan
perubahan kebutuhan perangkat lunak, apa yang dapat diterima ke satu user
mungkin tidak diterima oleh user lain. ISO 9126 mengidentifikasi enam
karakteristik kualitas perangkat lunak utama yaitu:
- Functionality: kemampuan menutupi fungsi produk perangkat lunak yang menyediakan kepuasan kebutuhan user.
- Reliability: kemampuan perangkat lunak untuk perawatan dengan level performansi.
- Usability: kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.
- Efficiency: kemampuan yang berhubungan dengan sumber daya fisik yang digunakan ketika perangkat lunak dijalankan.
- Maintainanility: kemampuan yang dibutuhkan untuk membuat perubahan perangkat lunak.
- Portability: kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak yang dikirim ke lingkungan berbeda.
Minggu, 01 Mei 2016
Monitoring Progress Proyek Perangkat Lunak
I Nyoman Pande Wahyu D. - 5113100002
Setiyo Adiwicaksono - 5113100020
Kurva S adalah kurva yang berbentuk huruf S, yaitu kurva yang munghubungkan antara porsentase yang pekerjaan yang dicapai dengan waktu pekerjaan.
Manfaat dan kegunaan kurva S
- Sebagai informasi untuk mengentrol pelaksaan suatu proyek dengan cara membandingkan deviasi antara kurva rencana dengan kurva realisai
- Sebagai infomasi untuk pengambilan keputusan berdasarkan perubahan kurva realisasi terhadap kurva rencana perubahan ini bisa bisa dalam bentuk prosentase pekerjaan lebih cepat atau lebih lembat dari waktu yang sudah ditentukan untuk menyelesaikan proyek
- Sebagai informasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan owner ataupun melakukan pembayaran kepada supplier.
Berikut adalah Kurva S dan berdasarkan bobot keuangan Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati Cimahi :
Minggu, 17 April 2016
MANAJEMEN WAKTU
Manajemen
Waktu Proyek Sistem Informasi Reservasi Hotel Melati Berbasis Web
I Nyoman Pande W.D. - 5113100002
Setiyo Adiwicaksono - 5113100020
Teknik Pengembangan yang dipilih :
Teknik Prototyping
Cara Kerja : Pertama developer
melakukan analisa terhadap kebutuhan kepada stakeholder lalu developer
melakukan pembuatan desain secara global untuk contoh lalu dibuatkan prototype
termasuk pengujian dan penyempurnaan setelah itu ditunjukan kepada stakeholder
dan dilakukan evaluasi apabila stakeholder sudah setuju dengan prototype yang
ditunjukan maka developer melakukan implementasi secara kodingan.
Catatan : penjadwalan pada tugas ini
sangat dimungkinkan untuk tidak sesuai dengan tugas Project Charter yang
sebelumnya dibuat, karena pada tugas sebelumnya hanya dilakukan perkiraan
kasarnya saja (saat itu diperkirakan proyek ini akan selesai dalam kisaran 2
bulan, dan saat dihitung lebih lanjut dengan cara yang baru saja diajarkan,
didapatkan waktu estimasi lebih dari 2 bulan).
=====================================================================
1. Definisi Aktifitas
Mindmap WBS :
=====================================================================
Maka dari mindmap tersebut dapat
didaftar aktifitas yang harus dilakukan diantaranya:
Daftar
Aktifitas yang Harus Dilakukan
|
Menghubungi Stakeholder dan
Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
|
Melakukan wawancara kepada
stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
|
Menggali informasi proses bisnis
pada reservasi Hotel Melati
|
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
|
Mendifinisikan kebutuhan sistem
|
Memilih kebutuhan apa saja yang
akan ada pada sistem informasi reservasi Hotel Melati
|
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan
yang sudah kita analisis kepada stakeholder
|
Membuat dokumen kebutuhan yang
berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
|
Membuat prototype sistem informasi
reservasi
|
Menunjukan hasil prototype kepada
stakeholder
|
Mencatat hasil evaluasi prototype
dari stakeholder
|
Implementasi sistem dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
Implementasi interface dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
Penggabungan sistem dan interface
|
Uji Coba aplikasi oleh developer
dan stakeholder
|
Evaluasi kepada stakeholder
|
Melakukan perubahan apabila ada
kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
|
Mencari jasa hosting
|
Membeli jasa hosting
|
Mendeploy sistem informasi reservasi
hotel melati
|
Uji coba server terlebih dahulu
oleh developer
|
Pembuatan skenario pengujian
|
Melakukan testing oleh stakeholder
sesuai dengan skenario pengujian
|
Melakukan perbaikan bila terjadi
gangguan
|
Perencanaan pembuatan tim support
|
Perencanaan tugas tim support
|
Pemilihan anggota tim support
|
Menjalankan tim support
|
=====================================================================
2. Pengurutan aktivitas
Segala aktivitas yang telah didaftar
pada poin 1, kemudian disusun secara sekuensial dari awal dan mengelompokkan
tiap-tiap aktivitas menjadi Tahap dan Milestones. Keterangan : kalimat cetak
tebal adalah nama proyek, tahap, dan sub tahap tergantung dengan indentasi.
Sementara kalimat cetak normal adalah milestones dari setiap tahap.
Daftar
Aktifitas yang Harus Dilakukan
|
Sistem Informasi Reservasi Hotel
Melati
|
Konsep
|
Mendifinisakan Kebutuhan
|
Menghubungi Stakeholder dan
Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
|
Melakukan wawancara kepada
stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
|
Menggali informasi proses bisnis
pada reservasi hotel melati
|
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
|
Mendifinisikan kebutuhan sistem
|
Analisis Kebutuhan
|
Memilih kebutuhan apa saja yang
akan ada pada sistem informasi hotel melati
|
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan
yang sudah kita analisis kepada stakeholder
|
Membuat dokumen kebutuhan yang
berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
|
Pembuatan Prototype
|
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
|
Membuat prototype sistem informasi
reservasi
|
Evaluasi Prototype Kepada
Stakeholder
|
Menunjukan hasil prototype kepada
stakeholder
|
Mencatat hasil evaluasi prototype
dari stakeholder
|
Implementasi Sistem
|
Implementasi sistem dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
Implementasi interface dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
Penggabungan sistem dan interface
|
Uji Coba aplikasi oleh
developer dan stakeholder
|
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
|
Evaluasi kepada stakeholder
|
Melakukan perubahan apabila ada
kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
|
Roll Out
|
Mencari jasa hosting
|
Membeli jasa hosting
|
Mendeploy sistem informasi reservasi
hotel melati
|
Uji coba server terlebih dahulu
oleh developer
|
Testing
|
Pembuatan skenario pengujian
|
Melakukan testing oleh stakeholder
sesuai dengan skenario pengujian
|
Melakukan perbaikan bila terjadi
gangguan
|
Support
|
Perencanaan pembuatan tim support
|
Perencanaan tugas tim support
|
Pemilihan anggota tim support
|
Menjalankan tim
support
|
=====================================================================
3. Estimasi sumber daya aktivitas
(sesuai dengan Project Charter)
a. Bahan
i. Dokumen SKPL
ii. Dokumen DPPL
b. Tenaga kerja
i. Project manager
ii. Web Developer
iii. Web designer
iv. Database developer
vi. Dokumentator
vii. Tester
viii. stakeholder
c. alat
i. hardware
1. PC/ Laptop
2. Server
ii. Software
1. Ms Visual Studio
2. Brackets
3. Proto.io
4. Ms Office
5. phpMyAdmin Database
6. Xampp
Detail
tanggung jawab untuk setiap kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Kegiatan
|
Pemilik
|
Due Date/Sequence
|
Interview kebutuhan
stakeholder
|
Project Manager,
Stakeholder
|
Melakukakan
wawancara untuk mendapatkan kebutuhan utama
|
Fitur-fitur mengenai
website yang akan dibuat
|
Web Developer,
Stakeholder
|
Tim web developer
dan stakeholder mendiskusikan dan membuat requirement fitur-fitur apa yang
diperlukan
|
Data-data yang akan digunakan
pada website
|
Database Developer,
Stakeholder
|
Tim database
developer dan stakeholder mendiskusikan data apa saja yang akan dimasukan
kedalam website
|
Melakukan desain
interface sesuai dengan kebutuhan
|
Web Designer, Stakeholder
|
Web Designer dan Stakeholder
bersama-sama mendisikusikan desain yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder
namun tidak dapat keluar dari ruang lingkup yang terlah di sepakati.
|
Deskripsi hasil
kerja (spesifikasi kebutuhan, source code, test plan)
|
Stakeholder, Tim
proyek
|
Pada tim proyek
harus dapat mendiskripsikan dan mendiskusikan kepada stakeholders mengenai
asumsi projek yang dibuat
|
Testing aplikasi
|
Tester
|
Melakukan uji coba
terhadap aplikasi yang terlah dibuat
|
Implementasi
aplikasi web
|
Tim Proyek
|
Tim melakukan
implementasi aplikasi web.
|
=====================================================================
4. Estimasi durasi aktivitas
Durasi setiap aktivitas diestimasi
berdasar kesulitannya dan kerumitan antar yang bertanggung jawab. Aktivitas
yang hanya dipegang oleh satu pihak tentu lebih cepat daripada aktivitas yang
berhubungan dengan berbagai pihak.
Daftar
Aktifitas yang Harus Dilakukan
|
Durasi
(HARI)
|
Sistem Informasi Reservasi Hotel
Melati
|
90
|
Konsep
|
15
|
Mendifinisakan Kebutuhan
|
9
|
Menghubungi Stakeholder dan Membuat
Perjanjian Waktu untuk Bertemu
|
1
|
Melakukan wawancara kepada
stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
|
1
|
Menggali informasi proses bisnis
pada Hotel Melati
|
1
|
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
|
3
|
Mendifinisikan kebutuhan sistem
|
3
|
Analisis Kebutuhan
|
6
|
Memilih kebutuhan apa saja yang
akan ada pada sistem informasi reservasi hotel melati
|
1
|
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan
yang sudah kita analisis kepada stakeholder
|
1
|
Membuat dokumen kebutuhan yang
berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
|
4
|
Pembuatan Prototype
|
9
|
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
|
1
|
Membuat prototype sistem informasi
kepegawaian
|
1
|
Evaluasi Prototype Kepada
Stakeholder
|
2
|
Menunjukan hasil prototype kepada
stakeholder
|
1
|
Mencatat hasil evaluasi prototype
dari stakeholder
|
1
|
Implementasi Sistem
|
38
|
Implementasi sistem dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
15
|
Implementasi interface dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
14
|
Penggabungan sistem dan interface
|
7
|
Uji Coba aplikasi oleh
developer dan stakeholder
|
2
|
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
|
6
|
Evaluasi kepada stakeholder
|
3
|
Melakukan perubahan apabila ada
kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
|
3
|
Roll Out
|
8
|
Mencari jasa hosting
|
1
|
Membeli jasa hosting
|
1
|
Mendeploy sistem informasi reservasi
hotel melati
|
4
|
Uji coba server terlebih dahulu
oleh developer
|
2
|
Testing
|
4
|
Pembuatan skenario pengujian
|
1
|
Melakukan testing oleh stakeholder
sesuai dengan skenario pengujian
|
1
|
Melakukan perbaikan bila terjadi
gangguan
|
2
|
Support
|
7
|
Perencanaan pembuatan tim support
|
2
|
Perencanaan tugas tim support
|
4
|
Pemilihan anggota tim support
|
1
|
Menjalankan tim
support
|
0
|
=====================================================================
5. Pengembangan jadwal
NO
|
Daftar
Aktifitas yang Harus Dilakukan
|
Durasi
(HARI)
|
Mulai
|
Selesai
|
Predecessors
|
1
|
Sistem Informasi Reservasi Hotel
Melati
|
90
|
28
Maret 2016
|
28
Juni 2016
|
|
2
|
Konsep
|
15
|
28
Maret 2016
|
11
April 2016
|
|
3
|
Mendefinisakan Kebutuhan
|
9
|
28
Maret 2016
|
5
April 2016
|
|
4
|
Menghubungi Stakeholder dan
Membuat Perjanjian Waktu untuk Bertemu
|
1
|
28
Maret 2016
|
28
Maret 2016
|
|
5
|
Melakukan wawancara kepada
stakeholder terkait kebutuhan apa saja yang ada pada sistem
|
1
|
29
Maret 2016
|
29
Maret 2016
|
|
6
|
Menggali informasi proses bisnis
pada data kepegawaian disnakertrans jawa barat
|
1
|
30
Maret 2016
|
30
Maret 2016
|
|
7
|
Mendefinisikan kebutuhan pengguna
|
3
|
31
Maret 2016
|
2 April 2016
|
4,5,6
|
8
|
Mendifinisikan kebutuhan sistem
|
3
|
3 April 2016
|
5
April 2016
|
4,5,6
|
9
|
Analisis Kebutuhan
|
6
|
6
April 2016
|
11
April 2016
|
3
|
10
|
Memilih kebutuhan apa saja yang
akan ada pada sistem informasi kepegawaian disnakertrans jawa barat
|
1
|
6
April 2016
|
6
April 2016
|
3
|
11
|
Mengkonfirmasi ulang kebutuhan
yang sudah kita analisis kepada stakeholder
|
1
|
7
April 2016
|
7
April 2016
|
|
12
|
Membuat dokumen kebutuhan yang
berisi segala hasil tahapan penggalian kebutuhan dan kebutuhan final
|
4
|
8
April 2016
|
11
April 2016
|
3
|
13
|
Pembuatan Prototype
|
9
|
12
April 2016
|
20
April 2016
|
|
14
|
Desain Sistem dan Jalannya Sistem
|
1
|
20
April 2016
|
20
April 2016
|
|
15
|
Membuat prototype sistem informasi
kepegawaian
|
1
|
20
April 2016
|
20
April 2016
|
2
|
16
|
Evaluasi Prototype Kepada
Stakeholder
|
2
|
21
April 2016
|
22
April 2016
|
|
17
|
Menunjukan hasil prototype kepada
stakeholder
|
1
|
21
April 2016
|
21
April 2016
|
14
|
18
|
Mencatat hasil evaluasi prototype
dari stakeholder
|
1
|
22
April 2016
|
22
April 2016
|
|
19
|
Implementasi Sistem
|
38
|
25
April 2016
|
1
Juni 2016
|
|
20
|
Implementasi sistem dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
15
|
25
April 2016
|
9
Mei 2016
|
13,16
|
21
|
Implementasi interface dari hasil
prototype yang disetujui stakeholder
|
14
|
10
Mei 2016
|
23
Mei 2016
|
13,16
|
22
|
Penggabungan sistem dan interface
|
7
|
24
Mei 2016
|
30
Mei 2016
|
20,21
|
23
|
Uji Coba aplikasi oleh
developer dan stakeholder
|
2
|
31
Mei 2016
|
1
Juni 2016
|
19
|
24
|
Konfimasi Akhir Hasil Implementasi
|
6
|
2
Juni 2016
|
7
Juni 2016
|
19
|
25
|
Evaluasi kepada stakeholder
|
3
|
2
Juni 2016
|
4 Juni 2016
|
|
26
|
Melakukan perubahan apabila ada
kesalahan yang telah disepakati antara developer dan stakeholder sebelumnya
|
3
|
5 Juni 2016
|
7
Juni 2016
|
|
27
|
Roll Out
|
8
|
8
Juni 2016
|
15
Juni 2016
|
|
28
|
Mencari jasa hosting
|
1
|
8
Juni 2016
|
8
Juni 2016
|
|
29
|
Membeli jasa hosting
|
1
|
9
Juni 2016
|
9
Juni 2016
|
28
|
30
|
Mendeploy sistem informasi
kepegawaian disnakertrans jawa barat
|
4
|
10
Juni 2016
|
13
Juni 2016
|
19
|
31
|
Uji coba server terlebih dahulu
oleh developer
|
2
|
14
Juni 2016
|
15
Juni 2016
|
|
32
|
Testing
|
4
|
18 Juni 2016 | 21 Juni 2016 | |
33
|
Pembuatan skenario pengujian
|
1
|
18
Juni 2016
|
18
Juni 2016
|
19
|
34
|
Melakukan testing oleh stakeholder
sesuai dengan skenario pengujian
|
1
|
19
Juni 2016
|
19
Juni 2016
|
|
35
|
Melakukan perbaikan bila terjadi
gangguan
|
2
|
20
Juni 2016
|
21
Juni 2016
|
|
36
|
Support
|
7
|
22
Juni 2016
|
28
Juni 2016
|
|
37
|
Perencanaan pembuatan tim support
|
2
|
22
Juni 2016
|
23
Juni 2016
|
|
38
|
Perencanaan tugas tim support
|
4
|
24
Juni 2016
|
27
Juni 2016
|
37
|
39
|
Pemilihan anggota tim support
|
1
|
28
Juni 2016
|
28
Juni 2016
|
38
|
40
|
Menjalankan tim support
|
0
|
-
|
-
|
39
|
Langganan:
Postingan (Atom)
